HALLO.ID – Trust Indonesia menanggapi pernyataan CawapresMuhaimin Iskandar alias Cak Imin yang meyakini pilpres 2024tidak akan berlangsung dalam satu putaran. Trust Indonesia kembali menegaskan pendapatnya soal tidak adanya pasangan capres/ cawapres yang dominan di antara satu dengan yang lainnya.

“Trust Indonesia menegaskan kembali pandangannya yang sangat yakin pilpres tidak akan berlangsung satu putaran. Alasan yang paling kuat adalah komposisi kekuatan yang cukup merata di antara semua pasangan Capres-Cawapres. Di antara mereka, tidak ada yang dominan,” ucap Direktur Eksekutif Trust Indonesia, Azhari Ardinal dalam keterangan tertulis, Selasa (5/12) sore.

Menurut Azhari, dengan dukungan partai politik dan entitas sosial yang beragam, tiap pasangan Capres-Cawapres memang memiliki dukungan kekuatan pendukung yang cukup merata. Misalnya figur Anies Baswedan yang memang didukung penuh pendukung Partai Nasdem dan PKS. Anies dilengkapi sosok Cawapres Cak Imin yang sudah menjadi Ketua Umum PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) hampir 20 tahun.

“Misalnya pasangan Anies-Muhaimin (AMIN) yang mendapatkan dukungan dari tiga partai parlemen, Ganjar-Mahfud yang bermodal dukungan PDIP dan PPP, serta Prabowo-Gibran yang memiliki dukungan 4 partai parlemen. Ketiga pasangan tersebut tentu sudah punya basis pendukung masing-masing yang memiliki kekuatan sama besar. Atas dasar itulah, sulit terjadi pilpres 2024 akan mendapatkan pemenangnya lewat satu putaran,” jelas dia.

Selain hal tersebut, Anies juga memiliki latar belakang sebagai Gubernur DKI Jakarta yang tentunya memiliki banyak pendukung fanatik. Pun Ganjar Pranowo yang merupakan mantan Gubernur Jawa Tengah dan Cawapres Gibran Rakabuming yang saat ini masih menjabat sebagai Walikota Solo.

“Latar belakang dukungan Kepala Daerah yang dimiliki ketiga pasangan Capres-Cawapres membuat kompetisi Pilpres ini akan berlangsung ketat. Sulit membayangkan satu pasangan Capres-Cawapres memiliki porsi dukungan yang dominan atau unggul telak dari pasangan lainnya,” tegasnya.

“Pasangan Prabowo-Gibran juga memiliki dukungan kekuatan yang berbeda. Prabowo yang menjadi Menteri Pertahanan dan juga Ketua Umum partai Gerindra tentu mempunyai fondasi dukungan yang berbeda bila dibandingkan dengan Anies dan Ganjar. Gerindra diketahui hanya memiliki basis suara di sejumlah provinsi (bukan Jateng),” ungkap Azhari.

Pada November lalu, temuan survei Trust di Riau juga menunjukkan ketiga pasangan Capres/ Cawapres berbagi suara di sana. Meskipun pada saat bersamaan, pasangan Prabowo-Gibran memang memiliki elektabilitas yang terus membaik.

Secara statistik, tingkat elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran berada pada level 39,7 persen, berselisih sedikit dengan pasangan Anies-Muhaimin yang meraup elektabilitas 33,8 persen. Sementara, pasangan Ganjar-Mahfud MD hanya meraih elektabilitas sebesar 17,3 persen.

“Dengan demikian, tidak rasional asumsi yang menyebut pilpres 2024 bakal berlangsung satu putaran. Sekali lagi, hingga saat ini, tidak ada satu pasangan Capres/ Cawapres yang unggul mendominasi pasangan yang lainnya. Semuanya berbagi suara hampir sama besar. Pilpres justru akan berlangsung dua putaran,” tuturnya.

Sebelumnya, saat berkampanye di Kota Padang Senin (4/12) kemarin, Cak Imin menyatakan tidak akan ada pasangan yang menang Pilpres 2024 dalam satu kali putaran. Dirinya yakin Presiden dan Wakil Presiden RI, baru akan terpilih lewat Pilpres putaran kedua.

“Ya, insyaAllah kalau tiga calon sih ya. Hampir pasti nggak ada yang menang satu putaran,” kata dia.***

× Contact Us