HERALD.ID– Survei calon presiden (capres) 2024 yang dirilis sejumlah lembaga survei belakangan ini menunjukkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menempati posisi teratas dengan perolehan suara rata-rata di kisaran 40%.

Hasil survei ini memicu kecurigaan publik bahwa ada agenda politik tertentu untuk memenangkan pasangan tersebut.

Salah satu alasan munculnya kecurigaan tersebut adalah, karena penetapan pasangan Prabowo-Gibran sebagai calon presiden dan wakil presiden baru dilakukan pada 13 November 2023 lalu.

Sementara itu, survei-survei yang menunjukkan pasangan tersebut unggul dilakukan sebelum penetapan tersebut.

“Kalau survei dilakukan sebelum tanggal 13 November, maka itu tidak bisa dijadikan sebagai indikator tren kenaikan elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran,” kata Arif Nurul Iman, selaku Analis politik dari Ipsos Public Affairs, saat jadi pembicara di YouTube TRUST Indonesia.

Arif mengatakan, survei yang dilakukan sebelum penetapan pasangan Prabowo-Gibran hanya bisa dijadikan sebagai gambaran umum tentang elektabilitas tokoh-tokoh yang akan maju di Pilpres 2024.

Untuk mengetahui apakah ada tren kenaikan elektabilitas, survei harus dilakukan secara berkala setelah penetapan pasangan tersebut.

Menanggapi kecurigaan publik, Direktur Eksekutif Trust Indonesia Azari Ardani menegaskan bahwa lembaga survei yang dipimpinnya tidak memiliki agenda politik tertentu.

Trust Indonesia, kata Azari, adalah lembaga riset dan konsultan politik yang selalu menjaga otentisitas hasil risetnya.

“Kami selalu mengungkapkan jati diri kami sebagai lembaga konsultan politik ketika bekerja sama dengan klien politik,” kata Azari.

Azari mengatakan, lembaga survei harus transparan dalam mengungkapkan metodologi dan sebaran respondennya.

Selain itu, pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner survei juga harus dirumuskan secara objektif agar tidak menimbulkan bias.

“Lembaga survei harus memisahkan antara penelitian publik dan agitasi politik,” kata Azari.Azaril berharap, kecurigaan publik terhadap lembaga survei dapat dihilangkan dengan transparansi dan objektivitas.(*)

× Contact Us